Hari ini, 15 Juli 2006, genap 5 tahun mamaku mendahuluiku menghadap Tuhannya. Yah..karena hari ini adalah hari meninggalnya mamaku. Sungguh menyedihkan memang, bulan dimana aku bergembira merayakan hari kelahiranku, sekaligus merupakan bulan dimana aku harus berduka mengingat kepergian orang yang paling kusayangi di dunia ini. Masih kuingat pada bulan Juli 2001, aku harus menunggui ibuku di rumah sakit. Penyakit kanker stadium akhir itu, membuatnya sama sekali tidak berdaya. Saat itu, papa sudah pensiun. Semua tabungan untuk bekal ku kuliah setelah keluar sekolah nanti, habis tak tersisa. bahkan, kedua rumah kontrakkan yg selama ini menjadi tumpuan pemasukkan selama papa pensiun pun ikut dijual untuk membiayai semua biaya pengobatan dan operasi yang teramat sangat mahal! apalagi operasi kepala yg dilakukan sampai 2 kali dalam selang waktu hanya sekitar 2 bulan karena kanker yg tumbuh dengan cepatnya setelah operasi pertama tersebut, dilakukan dirumah sakit yg sangat baik dan tentunya juga sangat mahal! Mungkin karena aku merasa lelah setelah beberapa hari tidur di rumah sakit, maka aku pamit untuk pulang ke rumah 1 hari sebelum aku berulang tahun. Besoknya, aku tidak datang kerumah sakit karena ada beberapa orang teman yg datang kerumah untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepadaku. Kakak dan bapakku yg gantian menjaga ibuku di sana. Mungkin saat itu, teman-temanku ingin memberikan sedikit kegembiraan bagi gadis berusia 16 tahun yg sedang berduka ini. Masih kuingat beberapa bulan terakhir aku dan kakak serta bapakku harus bergantian menunggui mama dirumah sakit. Ketika giliranku tiba, aku harus pulang pergi dari sekolah – rumah sakit. Hampir tiap hari aku tidur di rumah sakit meskipun aku sedang menghadapi ujian akhir kenaikan kelas. Jelas saja aku tdk pernah belajar krn kelelahan. Tapi karena kekuasaan Allah, di luar dugaan peringkatku meningkat..Namun keputusanku untuk pulang saat itu, ternyata adalah hari terakhir dimana aku bisa melihat mama dalam keadaan sadar...11 hari setelah hari ulang tahunku, ia pergi untuk selamanya...
Sungguh..sebelumnya, aku tidak pernah tidur terpisah dari mama. Sempat aku berpikir, jika terjadi sesuatu pada dirinya, mungkin aku sudah tidak punya tujuan untuk hidup lagi. Kalaupun ada, akan kugunakan umurku ini hanya untuk kepentingan orang banyak..
Tapi..apa yang terjadi? Baru sehari aku tidak kesana, mamaku sudah tidak bisa bicara dengan penuh kesadaran. Pembicaraannya sudah ngelantur dan seperti dalam igauan. Sungguh..hatiku teramat hancur ketika itu..mama semakin seperti anak kecil, dan aku sama sekali sudah tdk bisa melihatnya berbicara padaku dengan penuh tatapan sayang dan kesadaran. Mamaku sudah tidak kuat berjalan dan sesekali berteriak-teriak. Bahkan untuk buang air kecil dan besar saja harus dilakukan di tempat tidur dan tak jarang keluar tanpa disadarinya. Ya Allah…kemana mamaku yg dulu begitu kuat dan tangguh…aku sungguh rindu padanya…
Hal terakhir yang sangat kusesali adalah ketika suatu malam, beberapa hari sebelum aku ijin pulang, aku memperlakukan ibuku tanpa kesabaran dalam merawatnya..mungkin krn kelelahan yg sangat dialami oleh gadis berumur 16 tahun yg telah dijalani selama hampir 9 bulan. Waktu itu sudah tengah malam..baru saja aku tertidur di bangku samping ranjang ibuku, ternyata ia sudah membangunkanku krn buang air besar yang tanpa disadarinya sudah mengotori kasur. Sungguh, aku msh dalam keadaan tdk sadar krn masih mengantuk. Orang bilang, seseorang yg bangun tidur terpaksa itu masih berada dalam kondisi emosi tinggi. Masih bisa kulihat jelas sorot matanya menunjukkan kemarahan padaku. Belum sempat aku minta maaf, dia sudah tidak bisa bicara dengan sadar..
sungguh, sampai saat ini aku masih membawa segudang penyesalan yg begitu berat..!! mungkin, aku memang tidak pantas untuk dimaafkan olehnya atau diampuni Allah. Tapi…sampai saat ini aku ingin terus berdoa untuknya.Aku hanya ingin Allah bisa mengampuni segala kesalahan ibuku di dunia. Karena..semua kerja keras yg dilakukannya selama papa pensiun hanyalah semata-mata untuk ku dan kakakku yg masih sekolah..Sampai saat ini, aku hanya bisa berdoa dan terus berharap semoga Allah menerima dan mengabulkan segala doa-doaku. Aku tahu..hanya doa dari seorang anak yg soleh/a saja yg diterima Allah, dan aku mungkin tidak pantas dengan kategori itu, tapi..aku ttp tdk peduli dan terus memohon kepada-Mu..krn..aku tau Ya Rabb, aku teramat sangat menyayanginya…dan aku tau aku tak kan pernah tega melihatnya menderita..aku tau, aku tak pantas menerima maafnya….tp aku tetap berharap semoga suatu hari nanti aku bisa bertemu denganya dalam naungan cinta-Mu, dan diberi kesempatan untuk menyatakan maafku yg tak terkira padanya, dan untuk mengatakan betapa aku teramat sangat menyayangi dan merindukannya…!
Semua yg kualami tanpa cintanya kini, benar2 membuatku menyadari betapa pentingnya dirinya bagiku..tanpa kata, sesungguhnya hanya aku yg paling tahu kepedihanku..! Hanya aku yang tahu kapan aku harus menangis terisak ketika mengingat dan merindukannya, ketika segala beban masalah datang padaku dan aku tidak memiliki seseorang untuk menumpahkan lara, ketika aku merasa iri melihat teman sebayaku yang begitu dekat dengan bundanya, ketika tiada orang yg memperhatikan dan menyayangiku di rumah seperti mama dulu..Tiada seorangpun yg bisa menggantikan tempatnya..! Tiada lagi tempat bercerita, tiada lg tempat bermanja, pandangan, panggilan, belaian dan pelukan penuh kasih sayang. Tiada lagi omelan, teguran dan kekhawatiran atas segala kesalahan yg kulakukan. Tiada lagi pemberi dukungan untuk mewujudkan segudang asa yg dulu sering kami impikan..
Sungguh..mataku membasah kembali saat kutulis semua ini..
Ya Rabbku yang maha penyayang.…
Ampunilah segala dosa-dosanya Ya Allah..
Terangkanlah kuburnya, lapangkanlah ya Rabb…
Terimalah ia disisi-Mu dan sayangilah ia..
Dan kumohon…sampaikanlah pesanku padanya Ya Rabb…
bahwa aku selalu..dan selalu..dan selalu..akan terus menyayanginya…bahwa aku menyesal dengan semua kesalahanku padanya…bahwa aku teramat sangat merindukannya…bahwa aku sunguh sangat meminta maaf padanya…
* photo picked by photobucket.com-Rinakciko fotos





